1. Membawa surat pemberitahuan dari kelurahan, berpakaian rapi dan mengambil nomor yang disediakan petugas kelurahan.
2. Mendapat giliran antrian dan menyerahakan bukti surat pemberitahuan dari kelurahan difoto oleh petugas keluarahan.
3. Tanda tangan dengan pena digital pada papan digital yang disediakan.
4. Berikan empat jari kanan (kecuali ibu jari kanan) untuk dipindai (scan).
5. Berikan empat jari kiri (kecuali ibu jari kiri) untuk dipindai (scan).
6. Berikan jari telunjuk kanan untuk dipindai (scan).
7. Berikan jari telunjuk kiri untuk dipindai (scan).
8. Berikan ibu jari (jempol) kanan untuk dipindai (scan).
9. Berikan ibu jari (jempol) kiri untuk dipindai (scan).
10. Tanda tangan dengan pena digital pada papan digital yang disediakan.
Mudah bukan? semoga bermanfaat!
Showing posts with label pemerintah. Show all posts
Showing posts with label pemerintah. Show all posts
Tuesday, October 11, 2011
Wednesday, July 27, 2011
Wow, ternyata...
at
11:52 AM
posted by
Taufik Setiawan
Wow, ternyata masalah pajak pun membuat warga Amerika pada gundah. Terima kasih untuk Jason Palmer bersedia membagi komentarnya tadi pagi.
Tidak kusangka, ternyata warga Amerika ingin revolusi tapi tidak berani...
Belajar saja dari warga negara Indonesia. 1998 jadi saksi....
Walau revolusi belum tentu terjadi...
Ternyata...
Tidak kusangka, ternyata warga Amerika ingin revolusi tapi tidak berani...
Belajar saja dari warga negara Indonesia. 1998 jadi saksi....
Walau revolusi belum tentu terjadi...
Ternyata...
Tuesday, July 26, 2011
Tergeletak di jalan Daanmogot
at
12:12 PM
posted by
Taufik Setiawan
Ya, itu terjadi saat aku bersama teman jatuh bersama di jalan Daanmogot KM 13, tempat yang angker, katanya.
Karena baru kuketahui kemudian...
Siang itu mas Hari dan aku, berkendara sepeda motor dengan kencangnya. Sayangnya, speedometernya mati, jadi tidak tahu berapa kecepatannya...
Sreeeeet!... Sepeda motor sliding down... Hari melompat, koprol dan sudah berdiri di jalur hijau (median jalan Daanmogot).
Aku tergeletak di tengah jalan raya! Ciiiit, bumper sedan putih hampir menabrakku.
Aku hanya terduduk, menghadap bumper. Shock! Astagfirullah!
"Gila loe!", umpat sang sopir dan melaju kencang membawa lari mobil sedan putih...
Kurunut kembali peristiwa itu, ternyata ibuku tidak mengizinkan aku pergi hari itu.
Ada baiknya mendengarkan dan melaksanakan. Luka gores di punggung tangan kiri masih terlihat, untuk mengingatkanku pada peristiwa itu.
Semoga bermanfaat...
Karena baru kuketahui kemudian...
Siang itu mas Hari dan aku, berkendara sepeda motor dengan kencangnya. Sayangnya, speedometernya mati, jadi tidak tahu berapa kecepatannya...
Sreeeeet!... Sepeda motor sliding down... Hari melompat, koprol dan sudah berdiri di jalur hijau (median jalan Daanmogot).
Aku tergeletak di tengah jalan raya! Ciiiit, bumper sedan putih hampir menabrakku.
Aku hanya terduduk, menghadap bumper. Shock! Astagfirullah!
"Gila loe!", umpat sang sopir dan melaju kencang membawa lari mobil sedan putih...
Kurunut kembali peristiwa itu, ternyata ibuku tidak mengizinkan aku pergi hari itu.
Ada baiknya mendengarkan dan melaksanakan. Luka gores di punggung tangan kiri masih terlihat, untuk mengingatkanku pada peristiwa itu.
Semoga bermanfaat...
Subscribe to:
Posts (Atom)